gototopgototop
  1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Pdt. Soeharto

khotbah_icon


Teguran dan Pemulihan | Yesaya 43:14-19

Pdt. Soeharto
5 Februari 2012 - Ibadah 1 Pk. 06.00 WIB

Yesaya adalah seorang nabi Tuhan yang hidup pada zaman raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda. Ia diurapi Tuhan untuk menyampaikan peristiwa-peristiwa yang akan datang, khususnya kepada umat Allah. Yesaya selalu mengingatkan bangsa Yehuda supaya hidup kudus, berkenan dan memuliakan Tuhan. Nabi Yesaya dengan berani menegur Raja Hizkia karena kesombongannya memiliki kekayaan yang dipamerkan kepada raja Babel. Ia mengatakan bahwa suatu saat seluruh kekayaan yang dipamerkan itu akan dirampas oleh bangsa Babel. Nabi Yesaya juga menubuatkan bahwa bangsa Yehuda akan berada di negeri pembuangan di Babel sebagai tawanan karena dosa yang mereka lakukan. Beberapa perkara yang tidak menyenangkan hati Allah yang dilakukan umat Tuhan adalah :

  1. Ibadah hanya bersifat formalitas (Yesaya 29:13) – Ibadah yang mereka lakukan hanya menonjolkan hal lahiriah. Walaupun mereka menaikkan nyanyian, memberi persembahan tetapi tidak merasakan kehadiran Tuhan karena tidak bersungguh-sungguh. Seharusnya kita memprioritaskan Tuhan. Jika umat Tuhan mengesampingkan ibadah, hubungan pribadi dengan Tuhan menjadi jauh. Sebaliknya jika kita melakukan ibadah dengan serius maka kita akan mengalami kedamaian.
  2. Tidak melaksanakan hukum dengan baik (Yesaya 1:17, 23) – Bangsa Yehuda mengerti tatanan hukum, tetapi menindas orang-orang yang tidak berdaya. Seharusnya hukum dilaksanakan dengan penuh keadilan. Seringkali hukum tidak berpihak pada orang kecil. Hukum bisa dibeli sehingga yang salah jadi benar. Bagaimana rakyat bisa sejahtera dan orang kecil bisa terangkat jika uang rakyat digunakan untuk kepentingan pribadi, hidup dalam kemewahan.

Mereka yang melakukan perkara-perkara tersebut di atas cepat atau lambat akan menerima hukuman. Tuhan tidak serta merta menjatuhkan hukuman, tetapi Ia memperingatkan terlebih dahulu seperti yang pernah terjadi dengan Sodom Gomora, air bah pada zaman Nuh. Yesaya 43:19 menyatakan bahwa Tuhan akan membuat keajaiban. Ia akan menyatakan mujizat-Nya bagi mereka yang menyesali dosa-dosanya dan mohon pengampunan, maka Allah akan mengampuni. Pada akhirnya Tuhan membawa mereka kembali ke negeri mereka melalui raja Koresh, raja Persia sehingga mereka tidak lagi menjadi tawanan. Tuhan mempunyai banyak cara ketika jalan buntu. Hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Khotbah Akhir Jaman


Patung Nebukadnezar
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas

Kitab Wahyu
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas

Binatang Berkepala 7
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas

Siapakah Anti Kristus?
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Hukuman dan Murka Tuhan?
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Kapan Antikris Muncul?
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Akhir dari Gereja Tuhan
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Masa Antikris
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas