Pdt. Petrus F. Setiadarma
Hukum 2 - Jangan Membuat Patung untuk Menyembahnya | Keluaran 20:4-6; Imamat 26:1
Pdt. Petrus F. Setiadarma
12 Februari 2012 - Ibadah 3 Pk. 16.30 WIB
Hukum ini menyatakan beberapa hal penting:
Pertama, Allah memberikan kepada manusia banyak potensi dan krteatifitas, termasuk seni memahat patung. Bahkan Allah sendiri pernah menyuruh Musa membuat ular tembaga, agar umat Tuhan yang dipagut oleh ular tedung tetap hidup. Pemulihan bukan dari ular tembaga melainkan karena umat Tuhan mau sadar, bertobat, dan Tuhan berkemurahan mengampuni mereka (Bil. 21:4-9). Bahkan peristiwa ini digunakan oleh Tuhan Yesus ketika Ia berbicara kepada Nikodemus tentang Anak Manusia (yaitu Tuhan Yesus Kristus sendiri) yang ditinggikan, supaya mereka yang percaya kepada-Nya memperoleh hidup yang kekal (Yoh. 3:14).
Kedua, ternyata manusia tidak hanya membuat patung dari bahan-bahan tertentu (kayu, batu, logam, dsb.) sebagai ekspresi seni namun kemudian mengganti Allah dengan patung itu. Manusia melakukan penyembahan berhala dengan patung itu, termasuk memberikan korban bakaran di hadapan ular tembaga, hingga zaman Raja Hizkia yang kemudian menghancurkannya (2 Raja 18:4).
Ketiga, dalam bahasa Ibrani kata "menyembah" juga berarti “mencium” sebagai bentuk kasih. Orang yang menyembah berhala berarti “mencium” berhala itu sebagai kekasihnya. Penyembahan berhala ini menyakiti hati Tuhan, sebab Ia adalah Allah yang cemburu adanya. Peristiwa dalam Keluaran 32 di mana umat Israel menyembah anak lembu emas menunjukkan bahwa mereka bagaikan “kuda yang liar”, yang tidak terkendali sehingga menyakiti hati Tuhan yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir.
Keempat, akibat dari dosa penyembahan berhala ini adalah kutukan Tuhan sampai kepada generasi yang keempat. Penyembahan berhala merupakan bentuk tidak mengasihi Tuhan. Dan orang yang tidak mengasihi Tuhan dikutuk (1 Kor. 16:22).
Kelima, sebaliknya, Tuhan memberkati orang yang mengasihi Dia dengan berkat atas roti, minuman, dan segala penyakit pun dilalukan dari kehidupan umat yang setia dan mengasihi-Nya (Kel. 23:24-26).
Khotbah Akhir Jaman
Patung Nebukadnezar
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Kitab Wahyu
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Binatang Berkepala 7
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Siapakah Anti Kristus?
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Hukuman dan Murka Tuhan?
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Kapan Antikris Muncul?
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Akhir dari Gereja Tuhan
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas
Masa Antikris
Pdt. Dr. Indrawan Eleeas


